Pembangunan Karakter Sebagai Kunci Kemajuan Bangsa
Tau gak sih, pembangunan karakter itu penting banget
lho!
Bagaimana tidak, karakter itu merupakan sifat yang
menjadi tanda atau tolak ukur kebaikan, kebajikan dan kematangan moral
seseorang yang mana akan berpengaruh pada kehidupannya dan orang lain. Nah,
sedangkan pembangunan karakter sendiri adalah suatu proses yang terus-menerus
dilakukan untuk membina, membentuk serta memperbaiki tabiat, watak atau sifat
kejiwaan pada manusia. Pembangunan karakter ini biasanya dilandaskan atas dasar
semangat pengabdian. Di tanah air kita sendiri proses penyempurnaan karakter
yang ada untuk terwujudnya karakter yang dilakukan dalam rangka penyelenggaraan
pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan. Membina karakter yang ada sehingga dapat
menampilkan karakter yang kondusif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara yang dilandasi dengan nilai – nilai falsafah bangsa yaitu Pancasila.
Dalam prosesnya sendiri, pembangunan karakter
dipengaruhi oleh faktor seperti nilai-nilai berikut ini. Perjuangan, kebersamaan
atau gotong royong, kepedulian, sopan santun, persatuan, kekeluargaan dan tanggung
jawab. Faktor yang dapat menjaga nilai-nilai ini seperti ideologi, politik,
ekonomi, sosial budaya, agama normatif, pendidikan dan lingkungan.
Pendidikan karakter paling baik dikembangkan pada saat
anak berusia 0-5 tahun atau pada masa keemasan, karena pada saat ini sekitar
80% otak anak akan berfungsi dengan baik, maka dari itu perlunya perhatian
khusus dari orang tua, atau pengasuh dalam pola tumbuh kembang anak, pengajaran
sederhana seperti rasa hormat, rasa terima kasih, minta maaf juga memaafkan dan
pengajaran pentingnya bersyukur atas apa yang dimiliki. Hal-hal kecil seperti
ini dapat berguna bagi anak di masa depan. Karena tak jarang orang tua juga salah
dalam mendidik seperti contoh, jika anak salah, maka alangkah baiknya
diberitahu bahwa memang dia salah, bukan membelanya, karena hal tersebut akan
menjadikan anak tidak mandiri dan tidak mau disalahkan, atau selalu mencari
pembenaran atas setiap kesalahan yang diperbuatnya.
Tujuan dari pembangunan karakter adalah untuk
mengembangkan karakter bangsa agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur
Pancasila. Pembangunan karakter ini berfungsi untuk mengembangkan potensi dasar
agar berbaik hati, berpikiran baik, dan berperilaku baik; memperbaiki perilaku
yang kurang baik dan menguatkan perilaku yang sudah baik; serta menyaring
budaya yang kurang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Ruang lingkup
pembangunan karakter ini mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat
sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa.
Selain itu pembangunan karakter juga sangat penting
dalam mematikan mental inlander yang masih sekarang masih dapat ditemui dalam
diri masyarakat Indonesia. Inlander artinya sebutan bagi penduduk asli di
kepulauan Nusantara oleh pemerintah Hindia Belanda pada masa penjajahan Belanda
(KBBI, Pusat Bahasa Depdikbud, 2008, h. 590). Sebutan tersebut berkonotasi
negatif karena hal itu dimaksudkan untuk menunjukkan status sosial penduduk
asli sebagai “orang jajahan”. Dalam kurun waktu 350 tahun di bawah imperealisme
Belanda, rakyat atau penduduk Nusantara mengalami stigma sebagai masyarakat
kelas paling bawah/rendah, alias budak. Karena itu, sebutan inlander juga
menunjukkan perasaan atau mental inferior kelompok sosial yang terjajah.
Dampak perbudakan seama 350 tahun ini masih dapat kita
rasakan dalam pengambilan beberapa keputusan. Sikap-sikap masyarakat juga masih
acap kali menampakkan mental inlander. Sebagai contoh, kebanyakan masyarakat Indonesia
lebih senang bekerja menjadi karyawan, atau pegawai yang mana pekerjaan seperti
itu berada dibawah tekanan, minimnya kesadaran pentingnya berwirausaha dan
membuka lapangan kerja baru yang lebih inovatif dan kreatif juga memperkeruh
atau menghambat kemajuan bangsa Indonesia.
Selain itu bukti bahwa Pendidikan karakter penting
ialah, dapat dilihat dari maraknya kasus korupsi yang terjadi di tanah air,
Korupsi terjadi dikarenakan seseorang merasa belum puas, atau tidak bersyukur
atas apa yang dia dapatkan, hal ini bisa jadi karena kurangnya Pendidikan
karakter yang dia lewati semasa kecil dulu, kurangnya pemahaman akan nilai
kejujuran, amanah dan keimanan. Hal lan seperti usaha-usaha mencari pembenaran
juga sering terjadi, ini juga bisa disebabkan karena semasa kecil orang tua
kurang memberikan pemahaman akan nilai mandiri, dan pentingnya kata maaf serta
introspeksi.
Maka dari itu tujuan utama Pendidikan karakter ialah
menghapus mental-mental inlander ini dari jiwa masyarakat Indonesia. Perlunya
ditumbuhkan sikap yang kritis dan rasional pada seluruh masyarakat, utamanya
pelajar dan mahasiswa. Karena Pendidikan karakter ini juga merupakan aspek
penting dalam merealisasikan atau meningkatkan angka indeks pembanguann
manusia. SDM memiliki pengaruh besar dalam pengklasifikasian negara, Jadi kita
sebagai masyarakat Indonesia juga memiliki andil dan tanggung jawab besar untuk
menciptakan Indonesia yang lebih maju.
Sabrina Hanny
Minggu, 14 Juni 2020
Dibuatnya tulisan ini sebagai aksi nyata yang saya
lakukan setelah mendapatkan inspirasi dari menonton film Pay It Forward, sebagai
pemenuhan tugas mata kuliah Sosiologi Kritik
Komentar
Posting Komentar